GAYA DADA (GAYA KATAK)
1. PENGERTIAN
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas.
2. SEJARAH
Pada tahun 1538, seorang profesor ilmu bahasa berkebangsaan Jerman bernama Nicolas Wynman menerbitkan buku berenang yang pertama, Colymbetes. Tujuannya menulis buku bukan untuk mempromosikan berenang, melainkan untuk mengurangi bahaya tenggelam. Meskipun demikian, buku tersebut berisi cara belajar gaya dada.
Pada tahun 1696, pengarang Perancis Melchisedech Thevenot menulis buku The Art of Swimming yang menjelaskan berenang gaya dada yang serupa dengan gaya dada sekarang ini. Salah seorang dari pembacanya adalah Benjamin Franklin.
Lomba renang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang memakai gaya dada. Dalam lomba renang tahun 1844 di London, sejumlah perenang suku Indian ikut serta. Perenang Inggris menggunakan gaya dada sementara perenang suku Indian berenang gaya bebas. Hingga tahun 1873, orang Inggris lebih senang berenang gaya dada.
Pada tahun 1875, Kapten Matthew Webb berhasil mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi Selat Inggris. Selat selebar 34,21 km itu diseberanginya dengan berenang gaya dada selama 21 jam 45 menit.
Olimpiade St. Louis 1904 adalah Olimpiade yang pertama kali mempertandingkan nomor gaya dada secara terpisah untuk jarak 440 yard (402 m). Pada waktu itu diperlombakan nomor gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas.
3. Teknik Latihan Cara Renang Gaya Dada Dengan Baik dan Benar Beserta Gambarnya :
a.Teknik Meluncur
Teknik ini merupakan awalan dari berenang, jika Anda dapat melakukan ini dengan baik maka dalam perlombaan Anda mempunyai awalan yang lebih jauh dari peserta lain. Untuk melakukan latihan tenik meluncur, berikut ini caranya.
1). Badan berdiri tegak dan menempel di pinggir kolam renang, kemudian satu kaki Anda harus menempel pada bagian samping dinding kolam renang.
2). Langkah kedua posisi badan harus membungkuk sejajar permukaan air dan posisi kedua tangan lurus kearah depan kemudian menghimpit kepala lurus dengan daun telinga.
3). Ketiga yaitu untuk mendapatkan luncuran yang jauh dan cepat maka kaki Anda harus mendorong dengan kuat. Setelah meluncur posisi kaki, tangan dan tubuh harus lurus sejajar permukaan Air dan jangan lupa untuk menjaga keseimbangan badan.
b. Teknik Latihan Gerakan Kaki Pada Renang Gaya Katak
Cara melatih gerakan kaki pada gaya katak ini sangat penting, karena dengan gerakan kaki yang benar maka dapat menambah kecepatan kita saat berenang. Selain dilatih di kolam renang, usahakan untuk olahraga lari. Karena itu dapat membantu Anda dalam melatih ketahanan kaki saat berenang.
Berikut ini cara melatih gerakan kaki saat berenang gaya katak.
c. Teknik Latihan Gerakan Tangan Pada Renang Gaya Dada
Latihan teknik gerakan tangan renang gaya dada juga penting, karena selain gerakan kaki dorongan saat berenang juga dihasilkan dari ayunan kedua tangan. Pada saat mengambil nafas juga diperlukan gerakan tangan yang benar agar air tidak masuk saat kita bernafas, berikut ini teknik latihan gerakan tangan renang gaya dada.
d. Teknik Gerakan Mengambil Nafas Pada Renang Gaya Dada
Teknik bernafas pada gaya dada sangat penting dilatih, karena jika kita tidak dapat mengambil nafas dengan benar maka dapat mengakibatkan tenaga kita cepat habis dan akhirnya membuat gerakan kita lebih lambat. Yang perlu diperhatikan dalam mengambil nafas adalah kepala harus naik keatas permukaan air saat menghirup udara, hal ini dilakukan ketika tangan diayunkan kebelakang dan condong kebawah. Karena gerakan tersebut dapat membuat badan sedikit terangkat dan memudahkan untuk bernafas, setelah itu buang nafas didalam air secara pelan pelan.
P3K
Dalam menjalankan aktivitasnya, manusia tidak mungkin terlepas dari ancaman bahaya di sekitarnya. Ancaman bahaya tersebut seperti jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda, terantuk, tersandung, tergelincir, terjepit diantara benda, terlanggar, tertumbuk, tertabrak, tergilas benda, terpotong, terkilir, terbakar akibat berhubungan dengan suhu tinggi/korosi/radiasi, tersengat arus listrik, dll.
Oleh karena itu, tentunya mereka akan mencari cara untuk melakukan upaya perlindungan terhadap dirinya. Dimulai dari upaya preventif (pencegahan) hingga upaya kuratif (penyembuhan). Meskipun sudah dilakukan upaya pencegahan namun potensi bahaya masih saja bisa muncul dan menimbulkan kecelakaan. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pertolongan terhadap korban kecelakaan agar kondisi korban tidak bertambah parah dan tidak fatal akibatnya.
A. Latar Belakang
Dilihat dari definisi tempat kerja sendiri yaitu suatu tempat yang di dalamnya terdapat tenaga kerja yang bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk urusan suatu usaha serta adanya sumber-sumber bahaya. Jadi dapat dipastikan bahwa di tempat kerja pasti terdapat potensi bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja.
Adanya potensi bahaya di tempat kerja terkadang disadari oleh pekerja tapi mereka tidak mengerti dampak yang ditimbulkannya dan cara mengendalikannya. Akhirnya mereka membiarkannya begitu saja dan terbiasa dengan keberadaan potensi bahaya tersebut, padahal jika terjadi kecelakaan kerja dapat mengakibatkan cideranya pekerja bahkan menimbulkan kematian. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan di tempat kerja perlu dilakukan pertolongan pertama secara cepat dan tepat.
B. Pengertian, Maksud dan Tujuan P3K
P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) adalah upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja atau orang lain yang berada di tempat kerja, yang mengalami sakit atau cidera di tempat kerja.
P3K dilakukan dengan maksud memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan yang lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya. Adapun tujuan P3K antara lain :
ü Menyelamatkan nyawa
ü Meringankan penderitaan korban, seperti meringankan rasa nyeri
ü Mencegah cedera/penyakit bertambah parah, seperti mencegah perdarahan
ü Mempertahankan daya tahan korban
ü Menunjang upaya penyembuhan
ü Mencarikan pertolongan lebih lanjut
Tindakan P3K
Tindakan pertolongan yang harus dilakukan, meliputi :
· Menilai situasi
Perhatikan situasi yang terjadi dengan cepat dan aman. Kenali bahaya yang mengancam diri sendiri, korban dan orang lain. Perhatikan sumber bahaya yang ada serta jenis pertolongan yang tepat. Tindakan pertolongan dilakukan dengan tenang. Perhatikan juga akan adanya bahaya susulan.
· Mengamankan tempat kejadian
Perhatikan faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Utamakan keselamatan diri sendiri. Jauhkan korban dari bahaya dengan cara aman dan memperhatikan keselamatan diri sendiri (dengan alat pelindung). Singkirkan sumber bahaya (misalnya putuskan aliran listrik, matikan mesin yang masih beroperasi) dan hilangkan faktor bahaya (misalnya dengan menghidupkan exhaust fan). Tandai tempat kejadian sehingga orang lain tahu bahwa di tempat itu ada bahaya.
· Memberikan pertolongan
Yang pertama dilakukan adalah menilai kondisi korban. Ini dapat dilakukan dengan cara memeriksa kesadaran, pernapasan, sirkulasi darah dan gangguan lokal. Kemudian tentukan status korban serta prioritas tindakan memberikan pertolongan. Pemberian pertolongan sesuai status korban, dapat dilakukan dengan cara sbb:
ü Baringkan korban dengan kepala lebih rendah dari tubuhnya
ü Bila ada tanda henti nafas dan jantung, berikan resusitasi jantung paru
ü Selimuti korban
ü Bila luka ringan obati seperlunya
ü Bila luka berat, segera mencari bantuan medis yang tepat
· Mencari bantuan
Jika memungkinkan, mencari bantuan orang lain untuk mengamankan tempat kejadian kecelakaan, menelepon RS/tenaga medis, mengambil alat-alat P3K, membantu mengatasi perdarahan, atau membantu memindahkan korban.
Fasilitas P3K
Untuk mendukung pelaksanaan P3K dibutuhkan fasilitas P3K, meliputi :
1. Personil atau petugas P3K
Jumlah petugas P3K disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan, faktor risiko di perusahaan dan jumlah shift kerja perusahaan. Untuk menjadi petugas P3K perlu dilakukan seleksi personil (seleksi kepribadian, kesehatan jasmani dan rohani, serta ketrampilan). Calon petugas yang telah diseleksi, harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugasnya.
Adapun rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja berdasarkan klasifikasi tempat kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Klasifikasi Tempat Kerja.
|
Jumlah Pekerja
|
Jumlah petugas P3K.
|
Tempat kerja dengan potensi bahaya rendah.
|
25 – 150.
|
1 orang
|
> 150
|
1 orang untuk setiap 150 orang atau kurang.
| |
Tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi.
|
< 100
|
1 orang
|
> 100
|
1 orang untuk setiap 100 orang atau kurang.
|
2. Kotak P3K
Bahan kotak P3K harus kuat. Kotak P3K mudah dipindahkan dan diberi label. Kotak P3K diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan terjangkau. Isi kotak P3K, jumlah dan jenis kotak P3K diatur berdasarkan Permenakertrans No : Per.15/Men/VIII/2008 tentang P3K di Tempat Kerja.
3. Ruang P3K
Ruang P3K harus cukup menampung satu tempat tidur pasien dan masih terdapat ruang gerak bagi seorang petugas P3K serta penempatan fasilitas P3K lainnya. Kondisi ruang P3K harus bersih, terang dan memiliki ventilasi udara yang baik. Agar mudah saat memindahkan korban, pintu ruang P3K dibuat cukup lebar. Lokasinya mudah dijangkau dari tempat kerja, dekat dengan kamar mandi serta jalan keluar dan tempat parkir. Ruang P3K dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan berikut ini :
ü Wastafel dengan air mengalir
ü Kertas tisue/lap
ü Usungan/tandu
ü Bidai/spalk
ü Kotak P3K dan isi
ü Tempat tidur dengan bantal dan selimut
ü Tempat menyimpan tandu atau kursi roda
ü Sabun dan sikat
ü Pakaian bersih untuk penolong
ü Tempat sampah dan Kursi tunggu, bila diperlukan
4. Alat Evakuasi dan Alat Transportasi
Alat evakuasi seperti tandu, kursi roda, dan alat lainnya yang digunakan untuk memindahkan korban ke tempat yang aman. Alat transportasi dapat berupa mobil ambulans atau kendaraan lainnya yang digunakan untuk pengangkutan.
5. Fasilitas Tambahan
Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri, peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus.
Penjelasan di atas lebih diarahkan untuk tempat kerja dalam lingkup pengawasan ketenagakerjaan. Namun jika kita lihat manfaat dari pelaksanaan P3K di atas, hal tersebut dapat diterapkan di mana saja, baik di lingkungan keluarga, lembaga pemerintah, lembaga masyarakat dsb. Untuk pelaksanaannya pun tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tempat.
PERMAINAN BOLA KECIL (TENIS MEJA)
Di Indonesia sendiri tenis meja mulai dikenal sejak tahun 1930an pada saat zaman penjajahan oleh Belanda. Saat awal kemunculannya Tenis meja hanya dimainkan oleh orang-orang belanda, namun seiring perkembangan zaman tenis meja mulai di mainkan oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan. Setelah 10 tahun barulah orang orang awam mulai mengenal olahraga tenis meja. Akhirnya terbentuk sebuah organisasi yang disebut Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia, namun nama Pingpong diganti menjadi Tenis Meja dengan singkatan PTMSI pada tahun 1951 dan menjadi anggota TTFA atau The Tennis Table Federation of Asia dan pada tahun 1961 menjadi anggota ITTF atau International Table Tennis Federation.
Alat atau perlengkapan yang digunakan dalam permainan tenis meja adalah, antara lain:
- Raket/Bet Tenis Meja
Raket atau Bet adalah alat yang digunakan pemain untuk memukul bola. Ketepatan memilih raket adalah hal yang penting untuk pemula, Karena pemilihan raket yang tepat akan menunjang permainan bagi pemain. Walaupun tidak ada aturan yang standar dalam pemilihan bentuk dan ukuran, namun carilah raket yang benar-benar datar pada permukaan pemukulnya, dan permukaan ini harus ditutupi dengan permukaan berbintik keluar atau ke dalam. Hal ini bertujuan untuk kenyamanan pemain dalam memukul bola.
- Bola Tenis Meja
Sebelum memulai permainan, pemain sebaiknya menyiapkan bola yang bagus untuk bermain, karena jika salah pilih bola permainan bisa saja terganggu karena bola yang terbelah akibat pukulan yang terlalu keras. Jika anda ingin membeli bola carilah bola yang memiliki bintang 2 atau 3, Bintang ini biasanya terdapat pada setiap bola yang menunjukan kualitasnya. Bola yang berkualitas bintang 3 adalah standard untuk turnamen-turnamen resmi. Bola yang baik tentunya anak menghasilkan pantulan yang baik pula.
- Lapangan Tenis Meja
Ukuran lapangan tenis meja yang baik adalah lebar 152 cm x Panjang 274 cm dengan ketinggian 76 cm dari permukaan tanah. Dan untuk ukuran Netnya sendiri adalah Panjang sekitar 183 dan tinggi 15 cm. Umumnya lapangan atau meja permainan ini berbahan dasar dari kayu dan diberi roda di bawah kakinya hingga mudah untuk dipindahkan. Namun pada meja turnamen biasanya tidak diberi roda karena dikhawatirkan dapat berpindah tempat saat pertandingan sedang berlangsung.
Teknik Permainan Tenis Meja
1. Teknik Memegang Bet atau teknik Grip
Grip adalah teknik memegang Bet. Genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman, jika tidak anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip yang bisa anda gunakan.
- Teknik Shakehand Grip atau berjabat tangan

Teknik ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan Amerika. Dengan menggunakan teknik Shakehand pemain bisa menggunakan 2 sisi pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat bila cara bermain anda adalah permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik ini cukup mudah, yaitu :
- Pegangan Bet berada diantara Ibu jari dan telunjuk.
- Jari telunjuk berada di permukaan bagian bawah Bet.
- Ketiga jari menggenggam erat pemukul.
- Teknik Penhold Grip

Teknik ini adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah pena. Keuntungan penggunaan teknik inin adalah pada teknik Forehand dan pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi dari bet. Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, namun jarang digunakan karena pemain profesional biasanya pengguna Shakehand Grip. Cara memegangnya adalah bet mengarah ke bawah dengan pegangan hanya diapit oleh ibu jari dan telunjuk yang tepat berada diatas bidang pukulan Bet. Cara ini seperti saat kita memegang pena ketika akan menulis.
- Teknik Seemiller Grip

Teknik ini juga disebut sebagai American Grip teknik ini hampir sama dengan Shakehand Grip namun yang membedakan adalah jari telunjuk berada tepat disisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh. Dibanding Shakehand teknik ini memiliki banyak kekurangan seperti sulit melakukan serangan ke sudut,kurang efektif saat bertahan, dan sulit saat akan melakukan serangan backhand. Namun bukan berarti penggunaan teknik ini tidak memiliki keuntungan. Keuntungan penggunaan teknik ini adalah mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah menghadang serangan lawan.
Teknik grip adalah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda juga bisa mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda sepeti menggunakan teknik Seemiler Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.
2. Teknik Stance

Teknik stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh saat melakukan penyerangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda gunakan saat bertanding. Yaitu Square Stance, Side Stance dan Open Stance. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing.
- Square Stance adalah posisi badan menghadap tepat kearah meja,teknik ini sangat efektif untuk menerima servis dan siap kembali setelah menerima pukulan dari lawan. Posisi anggota badan saat melakukan teknik Square Stance adalah berat badan ditumpukan pada kedua kaki, lutut agak sedikit ditekuk, kedua lengan bawah pada posisi horizontal dan bagian atas vertikal, badan dicondongkan kearah depan. Dengan posisi ini pemain dapat depan cepat menuju ke segala arah, dapat lebih berfokus pada arah datangnya bola dan dapat mengembalikannya dengan baik.
- Side Stance adalah posisi tubuh menyaping dari meja. Dalam teknik pemain diharapkan dapat melakukan pengembalian bola dan menahan serangan dengan cepat.
- Open Stance Teknik ini adalah hasil modifikasi dari Side Stance dan hanya digunakan untuk backhand block, posisi tubuh adalah kaki kiri agak terbuka dan sedikit ke depan dan sebaliknya untuk pemain kidal.
Namun secara keseluruhan teknik Stance yang baik adalah kaki kanan berada sedikit di belakang, tubuh menghadap meja atau arah bola datang, kaki sedikit bejinjit,dan lutut sedikit ditekuk (tekukan lutut menyesuaikan dengan tinggi pemain, semakin tinggi pemain maka semakin bengkok tekukan lututnya).
3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki

Teknik ini adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Umumnya dibedakan menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan permainan tunggal juga digunakan permainan ganda. Dan jika dilihat dari banyak langkah footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua langkah dan tiga langkah atau lebih. Jika dilihat dari arah gerakan dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan diagonal. Footwork yang sering digunakan adalah footwork 2 langkah atau Two Step Footwork
Pemilihan Footwork harus diihat dari jarak antara bola dengan pemain. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain.
Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.
4. Teknik Pukulan atau Stroke

Teknik pukulan adalah teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah mengincar titik lemah dari lawan dan menambah skor.
Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yaitu teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut adalah penjelasan dari masing-masing.
Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini sangat efektif untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini adalah bola harus berada dalam posisi berada pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi lainnya (bila yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu pula sebaliknya)
Pukulan Backhand adalah pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tidak memegang Bet.
Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang pelu juga anda pelajari yaitu Drive, Push, Service, Chop dan Block.
- Drive adalah pukulan dengan ayunan terpanjang dari tangan anda. Pukulan ini menghasilkan bola yang cepat, keras dan mendatar.
- Push adalah pukulan backspin yang pasif, digunakan untuk membalas pukulan backspin lawan. Pukulan ini bertujuan agar bola melambung tidak terlalu tinggi.
- Chop adalah pukulan backspin yang biasa digunakan untuk bertahan
- Block adalah pukulan yang dilakukan saat menahan serangan dari lawan. Pukulan ini dilakukan saat bola telah memantul dari meja. Ini bertujuan agar lawan tidak bisa melancarkan serangan dengan cepat.
- Service adalah pukulan yang dilakukan saat pertandingan akan dimulai.
Semua jenis pukulan diatas dapat dilakukakan dengan cara Forehand ataupun Backhand. Dan sebagai ilmu tambahan Topspin adalah putaran bola yang searah jarum jam dan Backspin adalah sebaliknya.
Peraturan Pertandingan Tenis Meja
Setelah mempelajari sejarah, alat dan tekniknya, kini kita akan membahas peraturan dari olahraga tenis meja. Mempelajari peraturan dari tenis meja tentu sangat wajib, karena bila terjadi kesalahan yang tidak kita sadari itu bisa berakibat fatal.
Pertandingan dimimpin oleh 1 wasit dan 1 pembantu wasit. Pertandingan ganda terdiri atas 2 tim yang bertanding, setiap tim beranggotakan 2 orang, pertandingan tunggal terdiri dari 2 orang yang bertanding.
1. Tata Cara Servis dan Pengembalian Bola

- Servis dimulai dengan bola berada pada tangan yang tidak memegang Bet.
- Bola harus dilambungkan ke atas dan tidak berputar setinggi kurang lebih 16 cm.
- Saat memukul bola harus menyentuh area sendiri baru melewati net dan menyentuh meja lawan.
- Servis harus dilakukan dari belakang batas akhir meja. Dan bola tidak boleh dihalangi oleh apapun dari pandangan pemain penerima.
- Setelah bola dilambunkan ke atas tangan pemain yang tidak memegang bet harus disingkirkan dari antara bola dan net.
- Meyakinkan Wasit dan Wasit pembantu adalah tanggung jawab pemain agar servis dianggap benar atau salah.
- Jika Wasit atau wasit pembantu merasa ragu sah tidaknya atas servis yang dilakukan maka wasit dapat mengehentikan pertandingan dan memberi peringatan pada pemain yang melakukan servis, namun jika terjadi keraguan untuk kedua kalinya servis dianggap tidak sah.
- Wasit dapat melonggorkan aturan Servis bila pemain mengalami cacat.
- Pengembalian bola dilakukan dengan cara bola dipukul sehingga melewati net bagian atas dan menyentuh meja lawan ( bola boleh menyentuh net asalkan mendarat di area lawan)
2. Tata Cara Permainan
- Permainan Tunggal : Pemain 1 dan 2 adalah lawan tanding, pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 2 melakukan pengembalian lalu pemain 1 dan 2 melakukan pengembalian bola secara bergantian.
- Permainan Ganda : Pemain 1 dan 2 adalah team dan pemain 3 dan 4 adalah team yang lain, Pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 3 atau 4 melakukan pengembalian, Pemain 2 melakukan pengembalian lagi dan pemain 3 atau 4 menyesuaikan siapa yang melakukan pengembalian kedua, jika yang pertama melakukan pengembalian adalah pemain 3 maka yang melakukan kedua adalah pemain ke 4 dan begitu seterusnya sampai rally berakhir.
- Aturan lainnya Permainan Ganda, Jika pemain adalah penyandang cacat dan harus duduk di kursi roda, maka tidak ada aturan pengembalian bola, namun jika salah satu dari bagian kursi roda melewati batas maka dianggap point bagi lawan.
3. Pertandingan Dinyatakan Satu Let

Hal ini dapat terjadi apabila :
- Servis yang tidak sempurna atau menyentuh Net dan di kembalikan oleh pemain lawan.
- Servis dilakukan saat pemain lawan tidak siap atau pemain lawan tidak berusaha memukul bola.
- Gagal melakukan servis/pengembalian yang sesuai peraturan bahwa hal itu diluar kontrol pemain.
- Saat permainan dihentikan oleh wasit atau pembantu wasit.
- Jika pemain menggunakan kursi roda dan servisnya benar atau tidak.
- Setelah memantul dari meja penerima arah pantulan menuju net.
- Bola berhenti di meja penerima.
- Bola keluar setelah mengenai bagian samping meja penerima.
- Untuk memulai percepatan waktu.
- Mengkoreksi servis,pengembalian dan tempat.
- Menghukum dan memperingatkan pemain atau penasehat.
- Kondisi pemain tidak memungkinkan dan mempengaruhi hasil reli.
4. Pertandingan Dinyatakan Point

- Pemain mendapat point apa bila reli tidak dinyatakan set a limit.
- Lawan gagal melakukan servis atau pengembalian yang benar.
- Saat Servis bola menyentuh apa saja selain net dan daerah meja lawan sebelum dipukul oleh salah satu pemain.
- Jika Bola keluar tanpa menyentuh meja terlebih dahulu.
- Salah satu pemain menyentuh meja.
- Pemain sengaja memukul bola 2 kali secara beruntun.
- Bola dipukul tidak menggunakan bagian Daun Bet.
- Pemain menggerakkan meja.
- Tangan pemain yang tidak memegang bet menyentuh meja.
- Untuk permainan ganda pemain melakukan pengembalian tidak sesuai urutan.
- Pemain mendapat poin jika expedite diberlakukan dan Pemain dapat mengembalikan bola sebanyak 13 kali setelah servis.
- Lawan tidak pada posisi duduk yang telah ditentukan yaitu belakang paha tidak menyentuh saat memukul bola.
- Tangan lawan menyentuh bola sebelum memukul bola.
- Kaki lawan menyentuh lantai ketika pertandingan berjalan.
- Ketika kursi roda lawan melewati garis tengah meja.
Satu Game/Set
Pertandingan dinyatakan dimenangkan oleh pemain/tim apabila telah mendapat poin sebanyak 21 poin, kecuali terjadi juice yaitu poin pemain/tim yang bertanding seimbang sebanyak 20 poin, maka pemain/tim harus menjadikan selisih skor sebanyak 2 poin.
Satu Pertandingan
Sebuah pertandingan terdiri atas hasil terbaik dari keseluruhan set yang berjumlah ganjil seperti best of 3, best of 5, best of 7.

Pemilihan Servis, Penerima dan Tempat
- Urutan servis, penerima bola atau tempat harus diputuskan oleh undian dan pemenangnya dapat memiliuh servis atau menerima bola atau memilih tempat.
- Jika pemenang undian telah menentukan memilih servis/menerima bola atau tempat maka lawan dapat memilih yang tidak dipilih
- Jika poin telah mencapai 2 poin, servis harus di lakukan oleh tim lawan dan begitu seterusnya hingga game selesai. Kecuali poin pemain menjadi seimbang sebanyak 10 poin atau expidite diberlakukan maka pemain hanya melakukan servis sebanyak 1 kali secara bergantian.
- Pada pertandingan ganda, pemain yang melakukan servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis terlebih dahulu dan penerima bola harus menentukan siapa yang menerima terlebih dahulu. Pada set selanjutnya Tim yang melakuka servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis dan yang menerima adalah orang yang melakukan servis kepadanya saat set sebelumnya.
- Pertandingan ganda, saat pindah servis penerima sebelumnya menjadi pelaku servis dan orang yang menjadi pelaku servis sebelumnya menjadi penerima.
- Pemain yang melakukan servis pertama menjadi penerima saat set berikutnya. Namun pada set terakhir pertandingan ganda pasangan yang menerima bola harus merubah urutan apabila telah mencapai 5 poin.
- Pemain harus bertukar tempat saat: set berikutnya telah dimulai dan pada set penentuan apabila poin telah mencapai 5 poin.
Expedite Sistem atau Percepatan waktu
- Sistem percepatan waktu terjadi setelah 10 menit dalam satu game, atau kapan saja jika diminta oleh kedua pemain/tim.
- Sistem percepatan waktu diberhentikan dalam satu game jika skor telah mencapai 18 poin.
- Jika set masih berjalan maka harus dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pelaku servis saat set berawal, jika bola keluar atau mati maka permainan dilanjutkan dengan pelaku servis adalah penerima pada set sebelumnya.
- Saat Expedite di berlakukan pemain hanya melakukan satu kali servis secara bergiliran, namun jika pemain penerima dapat melakukan 13 kali pengembalian maka pemain penerima mendapat poin
- Expedite tidak dapat merubah urutan servis dan penerima.
- Expedite harus terus berjalan hingga pertandingan selesai setelah diberlakukan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar